RSS

Category Archives: hikmah

بسم الله‎

singkat, padat, dan jelas..

[namun]

”Maka aku tanggung dosa-dosanya dari ayah dan ibunya, dosa apa saja yg telah dia lakukan, dari tidak menutup aurat hingga ia meninggalkan sholat. Semua yang berhubungan dengannya, aku tanggung dan bukan lagi orang tuanya yang menanggung, serta akan aku tanggung semua dosa calon anak-anakku”.

بسم الله الرحمن الرحيم

Advertisements
 
2 Comments

Posted by on September 28, 2012 in hikmah

 

Sebelum Engkau Halal Bagiku

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Sebelum Engkau Halal Bagiku.
Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam..
Tuhan Yang Maha Rahman.. Maha Rahim..

Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah, Muhammad Rasulullah Shallahu’alaihi wassalam.
Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi’adadi Kulli Ma’lu Mil Lak.

Yaa Rabbi..

Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta..
berfikir sebelum bertindak..
santun dalam berbicara..
tenang ketika gundah..
diam ketika emosi melanda..
bersabar dalam setiap ujian..

Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq..
Sebijaksana Umar bin Khattab..
Sedermawan Utsman bin Affan..
Sepintar Ali bin Abi Thalib..
Sesederhana Bilal..

Setegar Khalid bin Walid radliallahu’anhum
..

Amiin ya Rabbal’alamin.

Duhai Calon ”makmum”ku..

Apa kabar engkau disana? siapapun engkau..
Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan kepadamu..
dan semoga kekuatan Iman&Takwa selalu melekat di dalam hatimu..

Calon “makmum“ku..

Aku tau ALLAH menunda waktu kita tuk bersama..
ALLAH hanya memberi jeda tuk kita bisa mempersiapkan segalanya saat tiba kita bersama nanti..
Bersama dalam satu atap dalam satu hati…

Mengertilah calon makmumku..

Aku mencintaimu.. Aku membutuhkanmu…
Mungkin aku tak dapat menyampaikan rasa cinta ini kepadamu secara langsung saat ini..
Namun aku percaya ALLAH akn mencintaimu slalu dalam setiap rinai waktu yang kau jalani..

Duhai Calon ”Makmum”ku..

Jika memang kita berjodoh..
Allah pasti akan memberikan cinta di dalam hati kita..
Di dalam hatiku dan di dalam hatimu..
Dan jika memang kita tidak berjodoh..
Allah pasti sedang merencanakan yang terbaik untuk kita..
Karena hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikkan..

Ku serahkan rasa yg tiada sanggup dijadikan halal itu kepada Maha Yang Maha Memberi dan Memilikinya,
Biarkan Dia yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya,
Karena ku ingin menjaga cintaku hanya untuk yang halal..

Calon “makmum“ku..

Aku tak menuntut banyak darimu..
Aku tak memaksamu tuk membalas cintaku sekarang..
Semua itu kuyakin akan tumbuh perlahan dalam hati tulusmu..
Akan mekar layaknya bunga namun tetap terjaga..
Dan takkan layu oleh panas matahari maupun oleh hujan yang setiap saat menerpa….

Calon “makmum“ku..

Mungkin kau tak mencintaiku dengan hatimu saat ini..
Tapi janganlah kau pudarkan cintamu pada-NYA yang begitu mencintaimu..
Yang memberikan nafas kehidupan..
Yang memberikan sempat padam tuk dapat berkarya yang menjadikan itu ibadahmu..

Calon “makmum“ku..

Aku terus menanti saat itu..
Terus menanti saat kita bersanding dan mengucap janji suci walimatul’ursy..
Janji suci yang lekat dengan tanggung jawab kepada ALLAH SWT..

Saat kau merangkulku erat..
Menuntunku menuju amanah ALLAH tuk mendampingmu..
Menuntunku tuk selalu mencari surgaku melalui dirimu..

Calon “makmum“ku..

Hati ini akan selalu untukmu…
Akan selalu kujaga untukmu..
Kumohon jangan kau nodai ketulusan ini dengan sesuatu yang bisa kau buat sebagai alasan..
Jangan kau hakimi hatiku dengan perasaan yang tak pasti..

Calon “makmum“ku..

Mungkin saat kau baca ini, hatimu tak terketuk sama sekali..
Mungkin kau menganggapku berlebihan dengan apa yang kurasakan..
Sekali lagi maafkan aku calon makmumku..
Ini hanya ungkapan hati yang aku miliki saat ini..
Karena aku tak dapat berbicara langsung denganmu..
Bagaimanapun itu, Aku hanya berharap…
ALLAH senantiasa melindungmu..
Senantiasa memelukmu..
memudahkan langkahmu..

Dan ALLAH akan membawamu padaku, saat kau telah siap menerimaku dengan apa adanya aku…
Semoga ALLAH membuka jalan kemudahan itu calon makmumku..

Jaga diri baik-baik calon Makmumku..
Aku merindukanmu…
Akan kujaga baik-baik hati dan diriku, hingga takdir mempertemukan kita kelak..

Jadilah “BINTANG” halal buatku..

aku belum tentu menikahi dengan orang yang aku cintai, tapi aku akan mencintai siapapun yang menikah denganku karena dia adalah kekasih dunia akhirat

Ya Allah……
Bila Hamba menjadi pasangan seseorang..
Izinkanlah diri hamba menjadi pelindung baginya..
Izinkanlah wajah hamba menjadi kesenangan baginya..
Izinkanlah mata hamba menjadi keteduhan baginya..
Izinkanlah pundak hamba menjadi tempat melepas keresahan baginya..
Izinkanlah setiap perkataan hamba menjadi kesejukan baginya..

Ya Allah..
Izinkanlah setiap pelukan menjadi jalan untuk lebih mendekat kepadaMu..
Izinkanlah setiap sentuhan menjadi perekat cinta kepadaMu..
Izinkanlah setiap pertemuan menjadikan kami bersyukur kepadaMu..
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin..

Bunga-bunga cinta indah bersemi diantara harap pinta padaNya
Ya Allah tautkanlah cinta di hati berpadu indah dalam mihrab cinta

Wallahù’alam bíshawab Wabíllahí taùfík walhídayah,
Wassalamù’alaíkùm warahmatùllahí wabarakatùh.

Selengkapnya Kunjungi blog ini



 
2 Comments

Posted by on October 17, 2011 in hikmah

 

nasihat ayahku..

Mudah-mudahan diusia mudamu mampu menunjukan kedewasaan berfikirmu..
Dengan gelora mudamu mampu kau tunjukan logika sikapmu..
Dengan idealismemu kau harus teguh dari pengaruh keruh..
Dengan kreasimu kau harus mampu tunjukan profesionalmu..
Maju terus anak ku.. Tetap SEMANGAT DAN WASPADA..

Hatur nuhun pa..

 
Leave a comment

Posted by on September 18, 2011 in hikmah

 

Tags: , , ,

Kebaikan disalahartikan

fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan)

Barangkali kata-kata di atas telah sering terdengar oleh telinga kita. Hal ini bisa menjadi sebuah pemicu seseorang untuk berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya. bagaimana dengan kalian? sudahkah berbuat baik hari ini? berbuat baik tuh seperti apa sih?

apakah memberi hadiah terhadap orang lain itu perbuatan baik?
menolong teman mengerjakan tugasnya perbuatan baik?
menolong teman dalam mengerjakan ujian itu perbuatan baik?
menolong orang lain yang terjatuh itu perbuatan baik?

hmmh. baiklah, kita mesti mengetahui dahulu maknanya.

baik/kebaikan itu apa sih? naah kita lihat dahulu nih apa sih arti kata baik itu? (berdasarkan kbbi)

baik ba.ik[a] elok; patut; teratur (apik, rapi, tidak ada celanya, dsb): karangan bunga itu — sekali;
(2) a mujur; beruntung (tt nasib); menguntungkan (tt kedudukan dsb): nasibnya — sekali; mendapat kedudukan yg –;
(3) a berguna; manjur (tt obat dsb): buku ini sangat — untuk dibaca; daun kumis kucing — untuk obat penyakit ginjal;
(4) a tidak jahat (tt kelakuan, budi pekerti, keturunan, dsb); jujur: anak itu — budi pekertinya;
(5) v sembuh; pulih (tt luka, barang yg rusak, dsb): sudah dua minggu dirawat di rumah sakit, ia belum — juga; lukanya sudah –;
(6) a selamat (tidak kurang suatu apa): selama ini keadaan kami — saja;
(7) a selayaknya; sepatutnya: kami diterima dng –; — orang ini kusuruh pulang sekarang;
(8) p (untuk menyatakan) entah … entah …: — di kota maupun di desa, olahraga sepak bola digemari orang;
(9) p ya (untuk menyatakan setuju): berangkatlah sekarang! — , Ayah;
(10) n kebaikan; kebajikan: kita wajib berbuat — kpd semua orang

wah, ternyata banyak juga ya makna kata baik itu. silahkan ambil yang manapun. akan tetapi sepertinya kita akan coba bahas kebaikan yang dimaknai oleh nomer 10 itu.

Pernahkah Anda merasa kebaikan yang Anda lakukan disalahartikan orang lain? Bagaimana rasanya? Cuma sebalkah? Kecewakah?Apa malah marahkah? Apakah itu membuat jera melakukan hal serupa?

ketika kebaikan disalahartikan? apakah kebaikan itu mesti dihentikan?

sebuah penggalan dari status seseorang tempo dulu.

Penyalahartian kebaikan terbagi menjadi 2 hal yaitu negatif dan positif.

NEGATIF

negatif >> pamrih >> follow up dari negative thinking atau suudzon.

Kebaikan seolah telah menjadi sesuatu yang terlalu mewah untuk kita miliki dan temui saat ini. Memilikinya ibarat menyimpan bara dalam genggaman. Kebaikan akan membuat kita tidak ‘competitive’ dalam dunia yang keras ini. Hati yang lembut dan lebih ‘manusiawi’ hanya akan menghambat kita dalam meraih sukses. Sebaliknya, hati yang ‘tegaan’ dan lebih ‘rasional’ dianggap akan lebih melapangkan jalan keberhasilan.

Menemui kebaikan kini juga seolah semakin sulit. Kita semakin suka berprasangka atas kebaikan yang kita lihat. Tidak ada kebaikan yang tulus, semua pasti ada ‘sesuatu’ di baliknya. Tidak ada makan siang yang gratis. Bahkan kebaikan hati kini sering dituding sebagai penyebab keterpurukan dan nasib sial.

Berbeda dengan budaya bangsa ini yang dikenal ramah dan peduli sesamanya. Kan menjadi seperti bangsa tanpa kepedulian sesama, yang gemar saling curiga dan tak lagi mau tolong menolong antar sesama.

Inikah akhir yang kita idamkan?
Menjadi bangsa yang kehilangan budaya positifnya?
Sementara budaya negatif kian hari kian terpelihara.
Berkembang tanpa ada keseimbangan antar keduanya.

Berbagai kejahatan dari kelas teri hingga kelas kakap yang kita saksikan sehari-hari di media cetak dan televisi, semakin membekukan hati kita. Selalu waspada dan jangan pernah lengah. Berbaik hati hanya akan menurunkan kewaspadaan dan membuat kita tertipu dan celaka.

SEBUAH REALITI SHOW DI TV

Di acara tersebut seorang aktor akan berlakon sebagai orang yang membutuhkan pertolongan. Lalu ia akan meminta tolong pada semua orang yang ditemuinya secara acak. Orang yang memberi pertolongan akan mendapatkan hadiah. Semua kejadian di rekam oleh kamera tersembunyi sehingga diyakini bahwa orang yang menolong itu benar-benar tulus.

Pada edisi itu, ditampilkan seorang nenek tua yang kumal dan lusuh penampilannya, dan diskenariokan meminta minyak tanah ala kadarnya untuk memasak. Sang nenek pun berkeliling dari pintu ke pintu, lengkap sambil menenteng kompor dan jerigen minyak yang juga tak kalah kumalnya dengan penampilan si pemilik.

Bertemu orang pertama, sang nenek ditolak secara halus. Berikutnya, di sebuah warung kelontong yang cukup besar dan ramai, sang nenek kembali ditolak. Si pemilik warung terlihat waspada dan ‘menginterogasi’ si nenek, curiga si nenek adalah penipu. Berikutnya di sebuah rumah sederhana, sang nenek kembali ditolak, bahkan dengan kasar.

Sampai akhirnya sang nenek bertemu dengan seorang lelaki setengah baya pengecer minyak tanah yang sedang mengisi stok minyak di sebuah warung. Seorang lelaki yang gigih. Kerasnya kehidupan tampak jelas tergurat di wajahnya yang hitam berpeluh. Namun wajah itu terlihat ramah dengan senyum. Seperti sebelumnya, tanpa basa basi, sang nenek menghampiri dan meminta minyak tanah kepada si penjual itu. Si penjual minya! k tanah tampak sabar dan tekun menyimak penjelasan si nenek. Selesai sang nenek bercerita, tanpa berkata apa-apa, si penjual minyak langsung mengambil jerigen si nenek dan mengisinya. Tetap dengan wajah ramahnya. Tak ada sedikitpun rona kecurigaan, apalagi pertanyaan-pertanyaan ‘interogasi’. Bahkan ketika sang nenek ‘ngelunjak’ meminta kompor bututnya diperbaiki pula, si penjual minyak tetap melayaninya dengan ramah. Tak ada sedikitpun perubahan rona di wajahnya. Benar-benar tulus, tanpa prasangka!

Jadilah si penjual minyak ‘pemenang’ di acara tersebut. Ketika berikutnya sang pemenang diwawancara, semakin terkuaklah ‘mutiara’ itu. Pengecer minyak tanah itu ternyata cacat. Slamet, lelaki setengah baya itu, terlahir dengan kedua kaki yang cacat dan sebelah mata buta!. Setiap hari ia mencari nafkah berjualan minyak berkeliling perumahan, keluar-masuk kampung, menyusuri jalan raya, dengan sebuah sepeda tua yang dikayuh dengan sebelah tangannya!

Dan mengalirlah kemudian kisah tentang sebuah ketegaran jiwa, ketulusan menjalani garis hidup, kegagahan menghadapi kerasnya ombak zaman, dari seorang Slamet. Dan wawancara diakhiri dengan sebuah kalimat yang begitu menggetarkan dari Slamet, “Saya percaya Tuhan itu Maha Adil”. Seketika itu, runtuhlah semua kesombongan diri, hancur berkeping diterjang gelombang kesederhanaan. Musnah semua arogansi intelektualitas, tenggelam dalam kebeningan perasaan. Lepas segala ambisi dan nafsu duniawi, jatuh tersungkur di hadapan ketulusan seorang hamba, hamba yang begitu tulus menjalani hidupnya. Dengan semua ujian hidup yang begitu berat, dia tetap tersenyum ramah kepada siapapun, menolong semua tanpa membeda-bedakan walau hanya dalam batas kemampuannya, tak ada iri dan dengki terhadap sekelilingnya yang hidup jauh lebih beruntung, dan dengan ikhlas berkata: Tuhan Maha Adil!.

Tergugu. Betapa buruknya kita di hadapan seorang Slamet. Kita yang intelek dan terpandang, dipenuhi dengan berbagai nikmat, namun masih merasa tidak cukup. Seringkali protes ketika hanya mendapat sebuah ujian. Menjadi bebal dan keras hati oleh berlimpahnya materi dan kedudukan.

Hati yang tulus dan lembut masih ada bahkan banyak, bertebaran memenuhi persada. Memeliharanya memang sulit namun bukan sesuatu yang mustahil. Dunia yang keras dan culas tidak cukup menjadi alasan bagi kita untuk menumpulkan dan membekukannya. Karena kebaikan dan kelembutan hati bukanlah suatu hal bodoh dan sia-sia dalam dunia yang bergetah ini.

POSITIF

Sementara penyalahartian kebaikan dalam hal positif maksudnya bukan justru bermanfaat. Tapi hanya efeknya tak sefatal yang pertama tadi. Penyalahartian kebaikan yang dimaksud misalnya saat kita berbuat baik kepada seseorang di tengah orang lain yang tak berbuat hal serupa. Jika hal itu dilakukan terhadap lawan jenis bisa jadi muncul rasa GR (Gede Rasa) pada objek kebaikan kita tadi. GR yaitu suatu perasaan overestimate yang sebetulnya tak perlu. Hal ini merupakan follow up dari positive thinking yang berlebihan.

Biasanya fenomena ini menimpa orang yang masih belum menikah dan terjadi dengan lawan jenisnya. Mengapa? Karena bagi yang telah menikah jarang terlalu GR terhadap kebaikan lawan jenis yang mungkin dirasa terlampau baik. Akibatnya timbulah kesalahpahaman, ketidakpercayaan, kecanggungan, bahkan fitnah yang tentunya mengganggu pertemanan kita. Sederhana memang, tapi dari kesederhanaan pemicu itulah bisa berkembang akibatnya hingga fatal. Contohnya banyak. Mungkin kalian pun pernah mengalaminya.

Dari dua penyalahartian kebaikan di atas tentulah tidak bijak kiranya jika kita jera melakukan hal serupa. Karena jika niat kita awalnya hanya tulus dan mengharap ridho dariNya, kembalilah pada niat awal itu. Tetap berpegang pada Sabda Nabi,

“Tidak beriman seseorang hingga dia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendri”.

Adapun tetap konsisten berbuat berbaik kepada orang lain bukti kita mencintai mereka sebagai sesama Muslim.

Toh jikalau ada hal lain yang terjadi objek kebaikan kita di kemudian, itu adalah masalah dia dengan hatinya. Sedang urusan kita dengan Sang Maha Adil yang selalu mengerti apabila ketulusan memang mengalir dalam hati kita. Kita pun tak memiliki kewajiban mengingatkan mereka. Karena bisa jadi saat kita mengatakan ketulusan itu, justru takabbur menghampiri diri kita. Dan mungkin juga memicu sakit hati karena malu mereka yang bersangkutan telah berharap lebih.

hmmh.. itulah hidup. Penuh lika-liku perasaan dalam tiap tindakan yang bahkan tak bisa terduga. Tetap berpegang teguhlah padaNya agar kita tak tersesat dan terbuai indahnya dunia yang hanya fana.

sumber :

  1. http://kamusbahasaindonesia.org/
  2. http://www.mupeng.com/archive/index.php/t-15492.html
  3. http://ramadhanfaizal.multiply.com/journal/item/141/Bila_Kebaikan_Disalahartikan
 
Leave a comment

Posted by on October 5, 2010 in hikmah

 

Tags: , , , , , , , , , ,

. . . . .

“Maka, mintalah rezeki itu dari sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya.” (Q.S. Al-Ankabut, 29:17)

“Segeralah kamu bersedekah, karena bala bencana itu tidak dapat melangkahi shadaqah”. (H.R. Al-Baihaqi)

thanks..

 
Leave a comment

Posted by on May 16, 2009 in hikmah

 

Syahadat Cinta

sebuah novel yang dikarang oleh Taufiqurrahman al-Azizy dan dibuat film nya oleh Gunawan Paggaru.. kemarin ini saya baru menonton filmnya.. terus terang saya belum membaca novelnya..

cukup banyak hikmah yang bisa diambil dalam film nya, akan tetapi tidak sedikit juga yang menurut saya di bagian film itu bisa menjadikan pro dan kontra. dibahas mengenai hijab, khalwat, dan lain sebagainya. saya sebenarnya ingin mengkritisi tentang hal ini, namun nampaknya belum saatnya, nanti sajah.. di bawah ini link yang membahas film ataupun novel ini.. silahkan dibaca..

Read the rest of this entry »

 
6 Comments

Posted by on February 20, 2009 in hikmah

 

J a m a L

Hidup yang kita jalani sekarang bisa jadi tidak seperti yang kita cita-citakan, tapi itulah hidup yang sebenarnya untuk kita. Artinya kita akan bisa menjalaninya karena hidup selalu berjalan menuju yang seharusnya, meski lebih sering seadanya. Semua tergantung pada yang menjalaninya, yang menghidupi hidupnya.

e p i g r a m – J a m a L

Jamal, makanan khas yang paling enak kalo dijadikan asin (maaf itu jambal). Jamal, seorang pria kelahiran ciamis tahun 1967 ini ternyata sudah mengarang 4 novel sampai sekarang ini.

  1. Louisiana Louisiana
  2. Rakkaustarina
  3. Fetussaga
  4. Epigram

haduuh.. masih sulit berkata-kata, bagaimana caranya mengomentari keempat novel itu.. WOW.. SALUUT.. KEREEEN.. EDAAN.. GILAA.. OK BANGEEET..

Dari ketiga novel pertama (Louisiana-Luoisiana, 2003, Rakaustarina ,2004, Fetussaga,2005) tak terlihat indikasi bahwa Jamal adalah penulis yang berbahaya. Louisiana-Louisiana dan Rakkaustarina berbicara mengenai kisah cinta yang dibumbui oleh setting luar negeri dan konflik-konflik batin akibat benturan budaya pada kehidupan tokoh-tokohnya, Fetussaga menceritakan kisah jabang bayi yang mampu merasakan dan berkomunikasi dengan ‘alam lain’. Tak ada yang berbahaya, ketiga-tiganya menghibur sambil memberi wawasan pada pembacanya dalam hal kultur budaya lokal (Fetussaga) hingga lansdkap negara-negara Eropa (Louisiana-louisiana & Rakkaustarina), tak ketinggalan Jamal juga selalu memasukkan unsu-unsur seni, desain dan filosofi kehidupan dalam dialog-dialog para tokohnya. http://bukuygkubaca.blogspot.com/

weits.. ternyta sudah ada 2 buku tambahan lagih sampai saat ini yang ditulis jamal..

hei thank you udah japri. yg terakhir sebenarnya ada dua, yg 2007, DONG MU
judulnya, yg 2009, Opik Sok Cool, nih! yg ini mah pake nama samaran Jurie
G Jarian. haha

saya juga pulang kandang ke kampus cap gadjah duduk aka universitas
tralala trilili itu hehe

salam
mj

begitu katanya dalam email balasan nya.. haruus dibaca nih.. hmmh..

 
6 Comments

Posted by on February 2, 2009 in hikmah

 
 
%d bloggers like this: