RSS

Category Archives: iseng2 berhadiah

mencoba menulis

A L E U T – 8 Feb 2009

Terminal Dago – Padasuka

wow..fiuuh..aah.. hmmh.. ketika akhirnya sampai di rumah sekitar pukul 8 malam. masak air untuk mandi dengan sedikit ditambahi garam yang konon katanya bisa menghilangkan pegal-pegal yang terasa.

dago padasuka

jalur aleut-aleutan [hasil google earth]

Ketinggian :

  • Terminal Dago = 878 m dpl
  • Warung Bandrek = 1161 m dpl
  • Moko / Warung Daweung = 1395 m dpl
  • Padasuka = 699 m dpl

Jarak :

  • Terminal Dago – Warung Bandrek = 5,06 km
  • Warung Bandrek – Warung Daweung = 5,10 km
  • Warung Daweung – Padasuka = 8,20 km
  • TOTAL = 18,36 km

sapatu aleut copy

Advertisements
 
7 Comments

Posted by on February 11, 2009 in iseng2 berhadiah

 

hayuu aleut-aleutan..

PETUALANGAN SERU ALEUT

Ayo Bertualang ke Patahan Lembang!!
Menyusuri bekas pantai utara Danau Purba Bandung, melihat pemandangan eksotik di ketinggian antara Bandung & Lembang, singgah di kampung-kampung tua di atas awan, menilik kuburan-kuburan kuno masa pra-Islam yang misterius.. dan banyak hal unik lain!!

Minggu, 8 Februari 2009
Kumpul di depan Terminal Dago, jam 6 pagi

Bawa bekal botram, pake celana panjang & sepatu, bawa payung & jaket.. Karena kita bakal betul-betul bertualang : )

http://aleut.multiply.com/

 
2 Comments

Posted by on February 6, 2009 in iseng2 berhadiah

 

AL-ZAITUN

okeeh, jumat ba’da magrib di fisbang,

itulah kata terakhir yang saya ucapkan di YM kepada teman sekitar pukul 11 malam. (seperti mau meninggalkan sesuatu). ya, memang benar, akan meninggalkan bandung menuju indramayu. Wah jumat yah, eh berarti besok dong, baru sadar setelah melihat waktu dan tanggal di sebelah kanan bawah layar monitor.

untuk apa ke indramayu? hmmh.. dengan niat awal membantu seorang teman dalam pengambilan data untuk tugas akhirnya, sekalian jalan-jalan ke indramayu, tepatnya ke Al-Zaitun. Soalnya memang disitulah tempat pengambilan datanya. ceritanya dia akan mengukur luminansi sebuah mesjid di kawasan itu. heu heu, maaf kawan, kalo boleh jujur sebenernya keingintahuan tentang al-zaitun lebih besar daripada membantunya untuk pengambilan data. soalnya belum pernah ke sana. 🙂

Perjalanan yang ditempuh kurang lebih 3 jam, ditemani hujan yang terus mengguyur, serta udara dingin yang masuk melewati sela-sela kaca mobil yang memang sengaja dibuka agar mengurangi embun yang menempel di bagian dalam kaca mobil. Dari kampus UTT (Universitas Tralala Trilili) -mengambil sebuah akronim dari epigram- ke arah utara >> setiabudi >> lembang >> subang >> lalu belok kanan ke cipunagara >> melewati sebuah jembatan (yang ternyata jembatan itu adalah perbatasan subang dan indramayu) >> tibalah di rumah seorang dosen Al-zaitun yang memang sedang menjalani kuliah SSS di UTT dan ternyata masih sekitar 15 km lagi jarak dari rumahnya.

DSC 0114

rumah pa dosen – 15 km lagih

Al-zaitun, bukan az-zaitun, begitulah cara penulisan yang benar, meskipun memang dibaca/dilafalkan azzaitun. Terima kasih pa dosen atas ilmunya. Satu hal yang baru saya ketahui bahwa ada perbedaan dalam hal penulisan dan pelafalan bahasa arab ketika di hurufkan (di abjadkan). Ternyata hal ini sama dengan bahasa inggris atau mungkin semua bahasa lainnya, contohnya saja “one” penulisan memang seperti itu tapi pelafalan bukan “o-ne” tapi “wan”.

Berdiri pada tahun 1995 dan di resmikan pada tahun 1999 oleh B.J. Habibie yang pada saat itu masih menjabat sebagai presiden RI. Mempunyai luas tanah sekitar 1200 hektar yang didalamnya terdapat bukan hanya bangunan pendidikan tetapi pertanian, peternakan dan lain sebagainya. Mulai dari pendidikan sejak dini sampai ke tingkatan S1. Areal sawah berhektar-hektar dan sapi sekitar 2000 ekor menempati peternakan yang ada di dalamnya. Maka tak heran, hampir setiap hari pasti ada sapi yang melahirkan di sana.

Perubahan image daerah indramayu yang asalnya terkenal dengan (maaf) pelacuran sekarang menjadi sebuah sebuah daerah pendidikan. Akan tetapi tetap saja pelacuran masih ada, bahkan orang tua di daerah ini akan bahagia/bangga bila mempunyai anak seorang perempuan. (astagfirullahal’azim). Dengan adanya daerah pendidikan ini diharapkan image yang dulunya negatif menjadi positif.

Banyak hal lain lagi yang saya ketahui ketika saya datang ke tempat itu, karena kebetulan ketika pangukuran ditemani oleh seorang pegawainya. Meskipun sering didengar selentingan-selentingan mengenai tempat ini, akan tetapi nampaknya tak terpengaruh dengan kemajuannya.

DSC 0204

di depan masjid yg belum jadi

Jam sudah menunjukan pukul setengah tiga sore, sudah saatnya saya pulang, pulang kembali ke bandung. Kali itu saya pulang sendiri, tidak bersama yang lainnya, karena sebetulnya masih ada yang harus diukur, tapi untuk malam harinya. perjalanan pulang :

  • naik ojek = sekitar satu jam…
  • naik bis 3/4 = satu jam lebih
  • tiba di subang jam 4 lebihan..
  • naik angkot lagi ke wisma..
  • lalu naik elp subang – bandung.. 3 jam… separuh nya perjalanan, separuhnya lagi ngetem.. parraaah..
  • naik angkot ledeng – caheum.. nyampe deeh..

alhamdulillah kembali ke kampus dengan selamat..

 
Leave a comment

Posted by on February 5, 2009 in iseng2 berhadiah

 

Jalan2 ka Museum…

hayuuu urang jalan2 ka museum…

1 812809925l

mun teu ka urang weh.. 08156276277..

 
6 Comments

Posted by on January 22, 2009 in iseng2 berhadiah

 

Lapangan Tegalega..

Lapangan Tegalega, sebuah lapangan yang di dalamnya terdapat berbagai macam kegiatan. Dari mulai olahraga sampai berdagang. Agak aneh juga memang di daerah bandung ini, di setiap tempat pusat olahraga, banyak orang yang jualan disekitarnya. Mungkin, dikarenakan pusat olahraga, maka secara otomatis akan banyak orang yang berkunjung ke sana, makanya pedagang-pedagang ini aji mumpung (bukan aji sedot. red) untuk berjualan. Akan tetapi, hal ini tak bisa disalahkan juga, tak sedikit juga orang-orang yang datang pada tempat ini bukan dengan niatan untuk olahraga, tapi memang untuk membeli/menkonsumsi sesuatu. Ya, benar, masyarakat indonesia sudah menganut paham konsumerisme sekarang. (mending meuli daripada nyieun)

DSCN2597

Semenjak adanya KAA tahun , kawasan ini menjadi agak rapi, dibanding sebelum-sebelumnya. tau sendiri kan sebelum-sebelumnya tagalega gituh. terkenal sebagai tempat ‘gitu-gituan’, apaan yah.. yah orang bandung pasti tau. Umumnya orang yang berolahraga di sana adalah orang yang sudah berumur, kebanyakan kakek-nenek, yaah mirip-mirip dengan sabuga ternyata. Lalu, yang muda-mudanya pada kemana yaah?

Hari sabtu yang muda emang lebih banyak tapi tetep aja kalah kuantitas ama aki-aki nini-nini. Giliran hari minggu, baru yang mudanya pada numplek di Tegalega. Tapi kegiatan utamanya bukan olah ‘raga’ tapi olah ‘mata’ ama be’gaya. Kalo dipikir-pikir lagi, orang muda ini emang aneh ya…. Kalo saya liat di teve, mereka yang (boleh dibilang) paling lantang demo ini demo itu, bentar-bentar protes ini protes itu, dibilangnya pemerintah kurang begini kurang begitu, koq ada fasilitas dari pemerintah bukannya dimanfaatkan sebaik-baiknya? -angelus-red.

Tugu-Obor-Lap-Tegalega

Sebuah Monumen/Tugu Bandung Lautan Api berada di dalamnya. Tugu yang merupakan simbol perjuangan dan kerelaan para penduduk yang mengungsi keluar Bandung pada 24 Maret 1946. Peristiwa “Bandung Lautan Api” merupakan suatu rangkaian peristiwa sejarah yang terjadi pada tanggal 24 Maret 1946, dalam waktu tujuh jam sekitar 200.000 penduduk Bandung mengukir sejarah dengan membakar rumah dan harta benda mereka lalu meninggalkan kota menuju pegunungan di selatan kota Bandung, dan beberapa tahun kemudian lagu “Halo-halo Bandung” ditulis untuk melambangkan emosi mereka, seiring janji akan kembali ke kota tercinta yang telah menjadi Lautan Api. (bandungheritage.org). Sayangnya gak semua yang tahu (dan pasti banyak banget yang gak tahu), bahwa jejak peristiwa Bandung Lautan Api (BLA) juga diabadikan dalam 10 stilasi yang tersebar di 10 lokasi. Stilasi ini berupa monumen mini karena hanya berukuran tinggi sekitar 1,5m. Adapun cerita lengkap mengenai kesepuluh stilasi bisa anda baca di sini .

stilasi

Sore menjelang malam hari, kawasan disekitar tegalega tepatnya daerah otista dan astana anyar, para pedagang kembali menjajakan dagangannya. Dari mulai pedagang buah sampai ke pedagang sepatu, semuanya ada. Sepatu-sepatu disini tak kalah dengan yang ada di toko-toko ataupun mal-mal. Kalo dilihat sepintas dari sisi luar sih hampir mirip, tak ada yang beda, tapi tak jarang koq ada pula yang memang asli.

DSC06605

hmmh.. berbelanja di tegalega biasakan tawar menawar, biasanya tawar setengah harga dulu, lalu nego. Kalau negonya macet dan harga nggak bisa turun lagi, ya beli aja kalo emang barang nya bagus. Sudah murah ini juga, kan?

Adapun kata-kata dari pedagang yang selalu diingat penulis ketika berbelanja sepatu di sana dina rugina ge gayaaa” . . .

 
2 Comments

Posted by on January 14, 2009 in iseng2 berhadiah

 

U N C A L

CIKURAI

PAPANDAYAN

GUNTUR

do u dare to go there in 3 days trekking??

 
4 Comments

Posted by on January 5, 2009 in iseng2 berhadiah

 

FUN RAFTING – arung jeram

hmmh.. akhirnya nyoba juga nih arung jeram. setelah penantian yang cukup lama. akhirnya tanggal 28 kemarin berarung jeram seharian di rajamandala sungai citarum di daerah waduk saguling. maaf baru posting hari ini. 🙂 ;))

berangkat dari depan mesjid unpad sekitar pukul setengah delapan, kami rombongan dari LSS[aink, uti, wildan, iqbal, yesi, tsani, abin, diaz, mail(ft), helmi(pn)] eh iyah, ternyata gantina ikut juga. naik truk tentara bersama sekitar 50an peserta rafting lainnya. hmmh.. dan saya baru merasakan, ternyata truk tentara itu tidak memakai shock-breaker (bener ga ya nulisnya), jadi ketika truk itu menyentuh batu kecil sekalipun, maka akan terasa oleh penumpang didalamnya. itu batu kecil, apalagi yang lainnya, dan tidak jarang truk itu melewati beberapa polisi tidur.

kami sempat diberi simulasi arung jeram ketika di dalam truk.. iih beneran ini mah.. jadi pas sekitar daerah setelah padalarang, lupa namanya, pokonya pas jalanan berkelok-kelok.. truk sedikit melaju kencang tanpa ragu. sepertinya supirnya banyak makan asam garam. yaa secara otomatis, penumpang di dalamnya yang tidak lain adalah peserta arung jeram diberi simulasinya. truk belok ke kiri.. penumpang sedikit ke kanaan.. truuk belok ke kanan, penumpang sedikit ke kirii.. (haddaah)

naah ini dia yang ditunggu2.. akhirnya sungai citarum terlihat juga. cukup lebar. sekitar hampir 50 meter sepertinya. arus cukup deras. kalo di dalam tingkatan arung jeram dapat dikatakan grade 3.

IMG 0075

pertama-tama diberi pengarahan mengenai safety dalam ber-arung jeram. pelampung, helm, dan dayung, ketiga alat inilah yang mesti dipakai atau dibawa pada saat ber-arung jeram.. naah, sebelum kita melakukan pengarungan, terlebih dahulu diajarkan mengenai ‘terbawa arus’ atau istilah lainnya hanyut di sungai. heu (seperti menyeramkan tp ga koq sebenernya, kan pakai pelampung dan helm) iA aman koq. ada yg namanya defensif (pasrah) dan offensif (berenang)..

IMG 0037

mulailah kita pada pengarungan pendek, sekitar 1 km lah panjangnya, kami sekelompok (aink, uti, abin, mail, yesi dan tsani) haduuh koq bisa sekelompok sama yesi dan tsani siih.. hmmh.. ampuuun.. plis deh..

IMG 0095

IMG 0101 copy

setelah pengarungan pendek, makan, solat dan istirahaaaaaat.. (perasaan lama banget y istirahatnya) baru deh setelah itu pengarungan panjang.. sekitar 6 km panjangnya. asik, enak, seru, senang, lucu, tegang, semuanya jadi satu. banyak hal yang dialami, dari mulai mendayung sambil berdiri.. boooooom (merunduk, dikarenakan ada halang rintang diatas), membalikan perahu, menyelamatkan diri, hanyut di sungai, waah pokoknya banyak lah.

hmmh. cape juga. terakhir kita dimanjakan dengan mandi di cipanas, ada juga cipanas di saguling. lalu pulang kembali ke bandung. tiba di unpad pukul 9 malam.. mengasikan, meskipun badan mulai terasa pegal-pegal. apalagi keesokan harinya. akan lebih terasa lagi. dan benar sajah. terjadi.

i can’t wait for the next rafting..

 
6 Comments

Posted by on January 5, 2009 in iseng2 berhadiah

 
 
%d bloggers like this: